Dokter Bingung

Sampai di tempat parkir, Otan tidak perlu membayar.
“Udah aman,” teriak Bapak tukang parkir berbaju biru.”masuk aja!”

Klik dulu dong 🙏: https://omg10.com/4/10950163

Sudah lebih dari tiga Senin, dalam waktu dua bulan ini, Otan memang harus mondar-mandir keluar masuk klinik hewan. Sampai-sampai ia berkenalan baik dengan Bapak tukang parkir. Entahlah. Barangkali si-Bapak tukang parkir yg iba kepadanya.

Otan menyodorkan selembar kertas kuning kepada petugas pendaftaran.
“Mas Otan, ya!?” sapanya ramah. Senyuman kecil terpahat di bibirnya yang berlipstik tipis. “Hasilnya sudah diambil, Mas?”

“Belum.”

“Ambil aja, Mas. Sebelum ke Poli nanti ambil dulu hasilnya di bagian Radiologi. Sebelah sana. Ada kok tulisannya di pintu. Sebelah kiri!”

Otan mengangguk, berlagak ngerti. Padahal dia sendiri bingung dengan ucapan petugas pendaftaran tadi. Tepatnya di bagian “SEBELAH SANA! SEBELAH KIRI!”

…(adegan dipotong mengingat durasi). Yang mau berlatih listening bahasa Inggrisnya klik disini https://drive.google.com/file/d/1b9Dd0sojM7pc4PH7Ywj5DAJnwntQQTkU/view?usp=drivesdk

Setengah jam lebih Otan menunggu namanya dipanggil. Berulangkali pula ia mengintip layar hapenya yg setia yg selalu Minta Tolong. Pas dengan namanya. MiTo.

“Bapak Otan! Poli tenaga dalam.”

Otan kaget. Padahal dia sudah mulai terbiasa dengan suara panggilan sexy itu. Entahlah! Mungkin karena ada sedikit was-was di hatinya. Yaitu tentang bagaimana hasilnya. Otan sendiri tidak berani mengobrak-abrik isi amplop yg besar ini. Iya, besar sekali! Barangkali besarnya bisa untuk menutupi aib orang-orang sekampung tempat Otan tinggal.

“Silahkan duduk, Mas!” Dokter yang sudah menanganinya selama beberapa minggu ini menyambutnya dengan hangat.

“Makasih, Dok!” sahut Otan. Suaranya pelan. Sedikit gemetar. Seumpama kera kecil yg baru menderita hipotermia dikarenakan AC yg terus hidup di cuaca yg sedikit mendung. Ah, Otan aja yg lebay. Sepertinya cuma dia aja yg begitu. Yang lain biasa aja itu.

“Ini, Dok,” kata Otan sambil menyerahkan amplop keren seukuran gajah, “hasilnya!”

“O, iya”

Wajah orang berilmu itu tiba-tiba memudar serinya. Tak lagi secerah saat ia menyambut Otan.

“Mas Otan kemari sendiri?”
“Iya, Dok”

Wajah yg sudah memudar itu sekarang terlihat kecewa. Sepertinya ia ingin berbicara dengan orang yg ia maksud di balik pertanyaannya tadi. Siapa saja orang itu. Asal jangan si Otan ini.

“Kenapa ya, Dok?” selidik Otan. “Bagaimana dgn hasilnya?”

“Begini ya, Mas!” jawab orang pintar berjubah putih itu.”Saya juga bingung ini harus bagaimana…”

“Maksudnya?”
“Iya. Saya juga heran lho, Mas. Apa yg bisa membuat Mas sekuat ini.”

“Saya nggak ngerti, Dok.”

“Ngemeng-ngemeng 🙂 Mas Otan kerjanya apa ya?”

“Ngajar kungfu, Dok. Kecil-kecilan.”

“Bisa jurus apa?”

“Nggak banyak.”

Otan mulai membual tentang dirinya. Sampai-sampai kedua orang yg ada di ruangan itu hanyut dan tenggelam di dalamnya.

“Itu lho, Mas,” sela orang yg duduk pas di hadapannya. Sementara yg satunya lagi masih belum tertolong dalam tenggelamnya. “Mungkin itu yg membuat mas sekuat ini. Kemampuan Mas menguasai beberapa jurus itu lah yg memungkinkan ini semua. Coba Mas Otan lihat artikel ini!”

Otan membaca sebuah artikel dari situs Alo Dokter tentang manfaat menguasai beberapa jurus asing di gawai mahal yg disodorkan org pintar berjubah putih tadi.

Otan tersenyum. Namun tetap saja ia tidak bisa menyembunyikan kesedihan dan kerisauannya.

“Jadi ini sebenarnya bagaimana ya, Dok?”

“Begini aja, ya Mas.” Orang berjubah dan bertopeng putih itu mulai serius. “Terus terang saja. Kami di sini belum ada alatnya. Tapi kita lihat saja dulu. Saya akan berikan sedikit sabu-sabu:-) Dalam seminggu ini kalau tidak ada perkembangan, terpaksa harus dirujak.”

“Maksudnya, Dok!?”
“Ya harus ke yg lebih lengkap, Mas, fasilitasnya.”

“Rujuk ke Medan gitu, ya Dok?”

“Nah, itu maksud saya.”

Ah dokter bisa aaaja. Rujak mah pedas atuh doook…

Leave a comment

From the blog

About the author

Sophia Bennett is an art historian and freelance writer with a passion for exploring the intersections between nature, symbolism, and artistic expression. With a background in Renaissance and modern art, Sophia enjoys uncovering the hidden meanings behind iconic works and sharing her insights with art lovers of all levels. When she’s not visiting museums or researching the latest trends in contemporary art, you can find her hiking in the countryside, always chasing the next rainbow.

Design a site like this with WordPress.com
Get started